Senin, 03 Agustus 2009


Hhm... awalnya sih aku ga begitu tertarik buat nonton film Punk in love ini. Karena aku bukan
dari komunitas punk dan ga begiru suka dengan gaya hidup punkers yang terkesan bebas,
brutal, dekil, urakan, mabuk-mabukan dan penuh dengan kekerasan. Tapi begitu denger
kalau tema dan setting cerita ini tentang punkers Malang aku jadi penasaran juga buat
nonton film ini he...he... Dan ternyata antusias orang-orang buat nonton film ini lumayan besar
lho, hal ini terbukti saat aku udah ada dalam studio nggak ada bangku yang kosong ! Hhm...
saingan berat Harry Potter 6 nih.

Cerita berawal saat Arok (Vino Bastian) mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari
atas Gedung Departeman Agama Malang gara-gara gebetannya Maia (Girindra Kara) akan
menikah dengan Adrian di Jakarta. Untunglah usaha bunuh diri Arok berhasil digagalkan
oleh ketiga sahabatnya, Mojo (Yogi Finanda) Yoji (Andhika Pratama) dan Almira (Aulia
sarah). Mereka juga berhasil membuka fikiran Arok kalau sebenernya Maia itu juga suka
ama dia oleh karena itu masih ad awaktu buat Arok untuk menyatakan cintanya ke Maia
sebelum semuanya terlambat.

Mereka berempat pun memulai perjalanan ke Jakarta, dengan gaya punkers tentunya
(apalagi kalau bukan mbambong). Perjalan mereka penuh dengan hal-hal gokil bin konyol
yang bakal bikin penonton ngakak terus. Mulai dari salah numpang truk yang bukannya
membawa mereka ke Yogya malah ke Bromo, Berantem ama tukang sate, kebanjiran di
semarang bahkan Nge-pup-in mobil seorang TNI.

Film ini bener-bener nunjukin persahabatan yang solid dan kompak banget. Karakter ke
empat tokohnya juga lumayan kuat. Si Mojo misalnya yang puitis dan ngefans banget ama
Pak Karno sempet-sempetnya membacakan Proklamasi kemerdekaan RI di depan makam
beliau, hal ini tentu membakar rasa Nasionalisme para sahabatnya. Yoji yang sebelumnya
malu-malu kalau sebenernya dia suka banget ama lagu dangdut, malah berhasil
menyambung hidupnya dan sahabat-sahabatnya karena ia sukses ngamen pake lagu jatuh
bangun-nya Cristina. sumpah saat adegan ini gokil gila.... bioskop jadi gaduh dengan tawa
orang-orang.

Persahabatan yang nggak hanya ada saat suka dan hura-hura semata, tapi juga saat sedih
atau saat sahabat kita menderita. Saat Almira sedang dateng bulan, mereka rame-rame
nyari warung buat beli pembalut dan ternyata sang pemilik warung juga warga dari Malang.
Semangat satu jiwa Aremania langsung tumbuh, jingle-jingle Arema dikumandangkan dan
Bapak itu memberikan gratis pembalut buat mereka. Hhm.... benere-bener karakteristik
orang malang banget ya, saat bertemu dengan orang malang lain di kota orang pasti bakal
jadi saudara. Atau saat Mojo yang tiba-tiba sakit karena luka dikakinya makin parah dan
hampir kena Titanus, mereka bela-belain nyari Rumah sakit agar nyawa Mojo dapat
tertolong. Tapi dengan dandan punkers macam itu tentu aja mereka di tolak mentah-mentah.
Dan bukan punkers namanya kalau menyerah diam aja, Kalau Rumah sakit nggak mau
menerima mereka, mereka akan buat Rumah sakit itu datang pada mereka, canggih.... dan
itu terbukti loh.

Perjuangan nggak berhenti saat mereka sampai di Jakarta doang tapi saat Arok harus
berduel dengan Preman Jakarta demi merebut cincin yang akan diberikannya ke Maia.
Sampai pada akhirnya Arok pun berhasil menyatakan cintanya ke Maia. Hhm... ending yang
dapat ditebak sebenarnya, cuman terasa begitu segar karena kita bakal diajak melihat cara
penyelasaian masalah ala punkers.

Oh Iya buat temen-temen yang lagi kerja atau magang di Jakarta dan di kota-kota lain,
dijamin fim ini cukup ampuh buat ngobatin rasa kangen kalian dengan kota malang tercinta.
Ada beberapa scene yang nunjukin panorama kota malang, Bundaran tugu, Gedung Balai
kota, Gereja Kathedral, Masjid Agung, Flyover kota lama sampai pasar Tradisonalnya.
Nggak ketinggalan angot-angkot warna biru yang berseliweran di jalan raya. Selain itu
dialog yang dipake juga menggunakan Bahasa Jawa Timuran yang medhok banget.
Dialognya juga terasa mantab adalah kata-kata J**N**K, Raimu, Wedhus, C*K, Mbois, Cangkemu
dan umpatan-umpatan lain yang tersaji sepanjang film tanpa disensor ! Wuiih.... pokoknya
rasa Malang-nya dapet banget.

So, buat kalian yang udah langen banget dengan kota Malang dan nggak sabar buat Mudik,
sekali lagi aku saranin buat nonton film ini, dijamin rasa kangen kalian akan sedikit terobati.
dan pastinya strees kalian bakal ilang karena sepanjang film bakal ngakak terus. Gitu aja
deh film Punk in lov e menurutku. dan untuk pertama kalinya dalam hidupku film Indonesia
bisa ngalahin film Harry Potter favoritku.... Jujur waktu selesai nonton film Harry Potter 6 aku
nggak ngerasa sepuas ini... Oke deh, selamat menonton yah....

"Suatu kehormatan besar buatku memilik sahabat seperti kalian dalam perjalanan ini...." - Arok

Rabu, 20 Mei 2009

Merangkai kembali serpihan dari Grafika


Mimpi ini udah ada sejak aku duduk di kelas 2 PS 2. Ingin rasanya aku menghasilkan karya yang dapat dinikmati oleh orang lain. Sebuah karya yang juga menunjukkan betapa senang dan bangganya aku berada di sekolah Grafika. Hari demi hari aku mulai merangkainya menjadi kenyataan. Walaupun udah lebih dari 3 tahun mimpi itu belum terwujud, namun mimpi itu masih ada sampai saat ini. Bahkan energinya terasa makin membara. Semakin lama semakin besar, seperti rinduku pada masa-masa di Grafika dulu.

Kini, aku mulai serius lagi. Udah terlalu lama aku nggak bertindak. Aku harus menyelesaikannya, aku harus mewujudkannya.

Oh... sekolahku, Grafikaku... walaupun banyak pro dan kontra di sekolah ini sekarang, tapi aku masih tetap bangga padamu. Mengingatmu sama dengan mengingatkan perjuangan keluargaku untuk tetap sekolah disana. Karena lewat Grafika aku semakin mendekati kerjaan impianku, lewat Grafika aku jadi bisa ke Jakarta dan lewat Grafika aku jadi mengenal teman-teman yang sangat baik dan super sekali.

Senior udah seperti Kakak sendiri, dan Junior udah seperti Adik sendiri. Dimanapun kita berada persaudaraan dari darah grafika tetep terjaga. Walaupun selama di sekolah kita nggak saling mengenal, walaupun angkatan kita terpaut jauh sekali tapi kita tetap saudara.

Karena itu semua, aku kini lebih yakin dan berani untuk mewujudkan salah satu mimpiku ini. Rasa rindu, kangen dan bangga dengan persaudaraan ini akan aku persembahkan dalam
"The Brotherhood of Graphica", semoga karya ini cepat selesai amien.....

Senin, 11 Mei 2009

hApPy bIrtHdAy tO mE.... he...he....ha...ha....hiks...hiks...

Alhamdullilahirabilalamin........

Aku 20 tahun sudah aku diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk hidup di dunia ini.
20 tahun adalah masa peralihan dari masa remaja menuju dewasa. Masa yang boleh dibilang agak sulit karena saat ini aku masih mencari jati diri. Siapa aku ini sebenarnya ? Mau jadi apa aku ini ? Mau aku buat apa sisa umur yang diberikan oleh Allah ini ? Ya, kini aku berada dalam masa peralihan. Seperti permen Nano-nano, berjuta rasa hadir mengiringi ulang tahunku yang ke 20 ini. Ada rasa senang, deg-degan, cemas, bahagia, was-was wah pokoknya manis asem asin deh...

By the way, berhubung ultahku jatuh pada hari minggu so... me and my best friends sepakat ngerayainnya dengan ber-have fun ria di Jatim Park. Aku, Ary, dan Phie ngumpul di rumah Catur jam 8, and sampai di JP sekitar jam 10 lebih dikit. Tanpa basa basi lagi kita berempat pun langsung berkeliling di dalam tempat wisata yang ada di daerah Batu ini.
Wahana pertama yang kami coba adalah colombus, tapi minus Phie karena dia takut mati dengan wahana yang satu ini, so dia kebagian tugas buat ngambil foto deh he...
Padahal setelah aku naik, wahana ini nggak serem-serem amat, seru malah saat berada di atas aku berasa naik Nimbus 2000-nya si Harry he... lumayan buat ngelepas strees sih karena bisa teriak sekenceng-kencengnya.

Selanjutnya kami mencoba Boom boom car, karena semuanya pada ga bisa nyetir jadi di permainan ini kami saling tabrak menabrak aja ha...ha...
Next destination adalah Flying Tornado ! Yeah... diantara semua wahana yang ada di JP wahana inilah yang paling aku sukai.
Tornado juga lumayan ampuh buat menguji adrenaline dan melepas penat, menerbangkan semua masalah ke angkasa, menikmati pemandangan kota dari atas dengan posisi terbalik 180 derajat, wow... so cool.
Berasa Flying without wing, nggak ada matinya pokoknya. Selanjutnya kami mencoba uji nyali di Rumah Hantu. Awalnya sih Phie ogah ikutan tapi kami terus paksa dia dan meyakinkan kalau di dalam itu biasa-biasa aja. Antrian disini lumayan panajng juga loh, hampir satu jam, mana cuaca udah mendung lagi.
Setelah lumayan lama ngantri akhirnya giliran RiCaPhieRis beraksi he.... sialnya aku yang dijadiin tumbal ama anak-anak, aku disuruh jalan di depan ! Aku yang dari awal berasa pede dan yakin banget saat berjalan di dalam agak-agak takut juga sih. Entah kenapa rasanya main ke rumah hantu sekarang ini lebih serem daripada saat aku kesini liburan tahun baru kemarin.
suasananya beda, lebih serem, menakutkan, mana anak-anak di belakang pada jerit-jerit lagi. Untungnya aku punya trik jitu buat naklukin wahana ini, yaitu fokus mencari jalan keluar, dan nggak ngeliat para hantu itu sekali pun he... dari sound effect yang ada aja udah serem apalagi kalo ngeliat hantu-hantu itu hii... so aku fokus pokoknya jalan aja he...
Dan trikku ini berhasil, nggak butuh waktu lama kami pun keluar. Tapi begitu kami keluar, gerimis mulai turun. Nggak seru deh.... apalagi gerimis makin lama makin deras dan hujan lebat pun turun, kami pun memutuskan untuk berteduh di café sambil mengisi perut yang mulai kerocongan.Sambil menunggu hujan reda kami memasan Bakso. Bahkan sampai Bakso-nya dah habis ga bersisa pun hujan belum reda juga. Karena nggak ada yang dikerjain lagi, maka kami pun bernaris ria buat foto-foto he.. Karena phie musti balik ke Surabaya sore ini maka begitu hujan sedikit reda kami langsung memutuskan untuk cabut, tapi nggak lupa mampir dulu ke pasar wisata buat belanja oleh-oleh.

Itu dari segi happy-happy-nya yah, tapi saat aku nyampai di rumah, saat malam tiba, saat aku masuk ke dalam kamar, apa yang selama ini udah aku perbuat ya ? Saat melihat poster planning 2009-ku, berapa point-kah yang udah berhasil aku lakukan ?
Aku merenung, mencoba berfikir apakah di usia ke 20 tahun ini aku udah mendekati impianku ? atau jangan-jangan aku semakin menjauh dari cita-citaku....? Saat malam makin larut, aku kembali lagi curhat kepada Allah, berterima kasih atas rezki dan rahmat yang udah dia berikan kepadaku selama ini, aku juga berdoa agar tahun ini aku menjadi pribadi yang lebih baik dan dewasa juga agar aku dibukakan dan dilancarkan jalan untuk meraih semua impian harapan dan keinginanku, amien......

Dan kini, saat aku kembali beraktifitas seperti biasa, kembali ke realita, kembali memikirkan design-design baru apa lagi, entah mengapa aku merasa lelah... Aku merasa udah capek melihat ke atas dan aku juga udah lelah dengan kegiatanku saat ini. Aku tiba-tiba diserang bad mood, aku tiba-tiba ingin pergi jauh, menghilang entah kemana pokoknya yang aku rasain sekarang cuman lelah dan capek. buakn kerena kebanyakan main kemarin, tapi lelah disini adalah lelah fikiran. Mungkin ini termasuk dalam proses pencarian identitas diri, kembali ke pertanyaan siapakah aku ? mau jadi apakah aku ini ? ternyata masa-masa ini memang lumayan sulit, Hhmm.... ya Allah, semoga aku dapat melaluinya dengan selamat. tetap berada di jalan-Mu, Amien....

Faris, kamu pasti BISA, jangan patah semangat terus berjuang dan yakinlah kalau kamu BISA, waktu yang akan membuktikan semuanya.....

Kamis, 23 April 2009

Saat Bintang di surga medley dengan 2 DSD...


Masih ku merasa angkuh,Terbang kenanganku jauh
Langit kan menangkapku, Walau kan terjatuh

Dan bila semua tercipta, Hanya untukku merasakan
Semua yang tercipta, Hampa hidup terasa

Lelah tatapku mencari, Arti untukku membagi
Menemani langkahku, Namun tak berarti

Dan bila semua tercipta, Tanpa harusku merasakan
Cinta yang tersisa, Hampa hidup terasa

Bagai bintang di surga, Dan seluruh warna
Dan kasih yang setia, Dan cahaya nyata

Oh bintang di surga, Berikan cerita
Dan kasih yang setia, Dan cahaya nyata


Ku menatap langit
Yang tenang
Dan tak kan menangisi malam
Tuk tetap berdiri
Ku melawan hari
Ku akan berarti
Ku takkan mati

Mungkin masaku tlah berlalu
Mungkin hatiku tak berbentuk lagi
Rasa ini takkan terobati
Tetapi mati takkan mengobati

- Bintang di Surga, 2 DSD. Peterpan -

Yups, kedua lagu ini emang pas banget buat ngedeskripsiin perasaanku saat ini. Kadang aku capek, lelah, stress dan depresi dengan semua mimpi-mimpi dan harapanku yang begitu tinggi seperti Bintang di surga.Aku merasa resah dan cemas, bisa nggak ya aku menggapainya ? bisa nggak sih aku mewujudkannya ? karena ternyata baru kusadari kalau aku ini bukanlah siapa-siapa dan belum apa-apa.Impianku yang ingin menjadi seperti ‘Mereka yang telah terpilih' emang terlalu muluk. Ternyata mereka emang pantas berada disana,mereka punya lifeskill yang berkualitas, mereka punya kelebihan dalam berbagai bidang.Sedangkan aku, aku sendiri pun nggak tau kelebihanku sebenarnya di bidang apa ? Tulis menulis aku belum terlalu ngerti, Design grafis aku belum jago. Dengan skill yang setengah-setengah seperti itu, apakah aku bisa menjadi seperti ‘Mereka yang telah terpilih'. Mereka begitu tinggi di sana, sementara aku yang berada jauh di bawah hanya bisa memandanginya penuh kekaguman. Semakin aku dapat info tentang kelebihan dan kehidupan mereka, semakin aku merasa minder dan nggak percaya diri. Apalagi dengan status kerjaanku yang masih belum jelas, aku jadi semakin was was. Apakah aku salah bila punya mimpi ? Apakah aku nggak pantas buat memiliki mimpi yang tinggi ? lantas apa maksud kata ‘gapailah mimpi setinggi langit’Aku hanya ingin memjadi orang seperti yang aku inginkan, aku ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, aku ingin menjadi orang yang selalu kaya akan segala macam informasi dan yang paling aku inginkan adalah aku ingin membuat kedua orang tuaku bangga.

Yeah, Aku lewat mimpiku itu aku ingin membuat kedua orang tuaku bangga. Orang tua yang selalu bekerja keras demi menyekolahkan agar aku menjadi anak yang pintar dan bermanfaat. Aku ingin mengembalikan harga diri mereka yang udah lama diinjak-injak oleh orang-orang bahkan oleh keluarga sendiri. Aku ingin melihat kedua orang tuaku tersenyum saat aku bisa meraih mimpi-mimpiku.Ya Allah, tolong ridhoi-lah jalanku, lancarkanlah jalanku agar aku bisa meraih itu semua. Aku sadar dan paham betul untuk saat ini aku bukanlah siapa-siapa dan belum apa-apa. Aku nggak banyak memilik skill yang dapat berguna.Tapi satu yang pasti, aku pasti mau belajar. Yah, walaupun aku nggak sehebat ‘Mereka yang telah terpilih' aku masih ingin belajar. Aku ingin mengasah skill yang aku miliki. Mereka benar-benar motivator dan sumber inspirasi buatku. Keberadaan mereka yang begitu tinggi harus aku gapai dengan sekuat tenaga, agar aku bisa menjadi seperti mereka. Walaupun saat ini aku merasa lelah, capek, ragu, minder, was was, stress, depresi dengan impianku ini tapi aku nggak boleh berhenti berharap. Aku nggak boleh membiarkan mimpiku terbuang begitu saja. Aku harus mewujudkannya dan menjadikannya ia nyata. Karena Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubah nasibnya sendiri. Aku harus percaya bahwa aku emang bisa dan dapat menjadi seperti mereka.Dan kekuatan terbesar adalah harapan dan keyakinan yang besar juga kerena kita luar biasa...

Senin, 20 April 2009

Wow... Aku bertemu 'Dia yang telah terpilih'...!!!!

Awalnya hari minggu kemarin (19 april 2009) aku planing buat bermalas-malasan di rumah sambil menghabiskan waktu bareng Ibu dan Kakakku.Karena hari seninnya Ibuku udah harus balik ke Bali lagi. Tapi ternyata planing-ku ini agak-agak gagal karena saat aku buka Face book, ternyata ... salah satu dari gank ‘Mereka yang telah terpilih' ada di Malang !Waduh, jadi pengen ketemu nih secara kapan lagi gitu bertemu dengan dia, anggota gank 'Mereka yan telah terpilih' kesempatan langka kan. Aku pun langsung chatting via FB buat nayain posisinya,Ternyata dia di Malang buat ngeliput acara LA Light Streetball di DOME Universitas Muhammadiyah Malang. And setelah kita tuker-tukeran nomer HP aku langsung exited buat berangkat ke UMM.Ehm... agak takut juga sih cos aku kan belum pernah ke UMM, sendirian pula. Tapi demi berjumpa dengan dia apapun rintanganya rela aku lakukan {he...lebay yah : )}akhirnya hanya bermodalkan info kalo UMM itu ada di jalan menuju Jatim Park aku pun langsung nekat meluncur kesana.Udara panas siang bolong sama sekali nggak mengerutkan semangat aku untuk kesana, mungkin karena semangat 5 cm yang udah aku punya kali ya he... Perjalanan aku awali dengan naik bis Restu jam 11.00 wib, sampai di Taspen jam 11.30an lalu aku lanjutkan dengan naik angkot ADL. Di angkot inilah seni dari perjalanan ini, karena aku belum pernah ke jalur ini sebelumnya jadi walaupun berjalanannya lumayan lama sekitar 1 jam-an tapi ga begitu berasa karena daerahnya terasa asing buatku. Jadi aku nikmatin aja pemandangan di kiri-kanan jalan. Karena di jalur ADL banyak terdapat Universitas, jadi sepanjang jalan aku temuin banyak Warnet, Distro, Laundry, Rental DVD, Toko Buku, Kost-kostan dan kampus-kampus tentunya.Hmm... enak kali ya jadi mahasiswa di daerah sini, karena semua kebutuhannya tersedia, tapi bagiku jadi seperti mahasiwa-mahasiswa disini pastilah sangat nggak mungkin. Karena kerjaanku kan nun jauh di Japanan sana, jadi seandainya (amien) aku mau kuliah pastilah memilih kuliah di Sidoarjo aja, yang lebih deket.Next.... akhirnya jam 12.30 wib aku sampai juga di terminal Landungsari. Ritual selanjutnya adalah... apalagi kalu bukan ke toilet he... buang air kecil dan membasuh muka yang udah belepotan debu. Selanjutnya adalah berjalan khaki menuju UMM, huh... agak melelahkan juga yah tengah hari berjalan sejauh 1 km, di trotoar, sendirian pula !Tapi kembali lagi ke spirit 5 cm, ‘Kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya... lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya...' Aku pun melaju dengan percaya diri. Akhirnya setalah kurang lebih 30 menitan berjalan aku nyampai juga di halaman UMM. Masjid yang begitu megah nan Agung langsung menyambutku.Alhamdullilah aku masih diberi kesempatan untuk shalat Dzuhur disana, sumpah........ masjid ini keren gila, begitu adem, bersih dan terawat. Dengan pedenya aku mengelilingi masjid ini, sok-sok jadi mahasiswa UM gitu he....Setelah Shalat tanpa berlama-lama lagi aku pun berjalan menuju DOME yang ada di sebelah masjid. Jalan belum begitu jauh perut ku mulai keroncongan, aku baru sadar kalau aku belum makan siang.Duh, karena bingung mau makan apa, dan pastinya kalau beli makanan di dalam bakal mahal akhirnya aku mampir ke sebuah kedai kecil beli Cheetos dan Mentos.Lumayan lah buat mengganjal perut. Aku menikmati si chetoos ini sambil jalan ke DOME yang berdiri kokoh nan anggun di seberang. Bendera-bendera LA Light terpasang di jalanan menuju DOME, selain itu juga ada bendera-bendera sponsor lain termasuk bendera Hai.Setelah masuk ke DOME, ternyata udah banyak orang syukur deh kirain masih sepi. Dan pertandingan Streetball pun udah di mulai. Celingak - celinguk aku mencari sosoknya diantara ratusan orang.Ternyata nggak ada. Aku pikir dia ada di bangku para panitia, ternyata nggak juga. Setelah aku sms dan membalas dengan telepon akhirnya kita bertemu deh. Pas di depan pintu masuk A .Agak nervous juga sih bertatapan langsung dengan dia, tapi untungnya dia orangnya asyik jadi ngobrolnya pun jadi enak. Dia sampai heran setelah tau kalau rumahku itu jauh dan dibela-belain segitunya. Dia juga tambah heran saat aku tau kalau salah satu anggota gank ‘Mereka yan telah terpilih' kemarin tepatnnya tanggal 18 April ulang tahun yang ke 25. Tentang si Design grafis yang baru balik dari Singapore. Atau tau kalau dia yang pernah bekerja di majalah Islami di Bandung. Tapi sebelum dia makin heran ngeliat aku atau aneh tepatnya ya he... aku kasih tau aja kalau semua yang aku tau itu berasal dari Face book dan Blogspot.Oh... Thanks for the technology... Lalu dia ngerti deh. Obrolan pun berlanjut tentang alasan kenapa aku suka majalah Hai , dengan jujur kalau aku suka Hai itu dari smp. saat aku aktif di Mading. selain itu juga biar nggak ketinggalan informasitentang apa aja hal yang udah terjadi di luar sana. Secara... akukan anak tipe-tipe rumhan yang males keluar buat liat konser atau hang out ama temen-temen. Tapi jawaban yang berasal dari dalam hati ialahkarena Hai menemaniku saat aku memasuki masa gelap dalam hidupku. Saat aku kelas 3 SMP, saat Orangtuaku merantau ke Bali demi menghidupi aku dan kakakku, saat aku memasuki masa puber yang pengen tau segala macam hal.Saat-saat itulah aku bersahabat dengan Hai, yang bisa membuatku jadi seorang cowok yang gaul, up to date, smart,jadi diri sendiri, nggak terpengaruh narkoba dan pergaulan bebasberani bermimpi dan luar biasa.... serius.Obrolan dilanjutkan tentang pandanganku ke ‘mereka yang telah terpilih’, tentang kerjaanku di bidang design grafis, yang ternyata dia juga hoby ngedesign, tentang pengalamanku pkl di gramedia majalah taun 2006 silam.Lalu dia nawarin aku buat jadi kontributor di daerah malang, karena kontributor yang anak UNIBRAW nggak ada kejelasan. Wow...!! Thats hot ! aku pengen banget, ok setiap di malang ada event pasti aku bakal kabarin deh.Obrolan terhenti saat dia mulai melaksanakan tugasnya sebagai reporter. Aku pun mempersilahkan aja, saat dia masuk ke area streetball aku pun duduk di tribun sambil memperhatikan apa aja yang dia kerjakan.Dia mulai memotret dan merekam semua pertandingan dari berbagai sudut lapangan.Hmm, ternyata disini lumayan asyik juga karena ada DJ dengan music hip hop-nya, para streetballers yang keren mampus juga para penontonnya yang kebanyakan para mahasiswa,entah kenapa di lingkungan seperti inilah yang aku rasa ‘gue banget’, rame, tertib bebas dari kerusuhan dan ga panas-panasan. tambah sip juga kalau dilewatin bareng sahabat-sahabat sih. Nggak kerasa hari udah makin sore, hujan yang tadi deras kini pun udah reda. Aku sms dia kalau aku mau cabut, ternyata dia udah ada di luar DOME lagi beli Kebab. Aku pun langsung keluar untuk mencarinya.Setelah bertemu, aku langsung pamitan dan berterima kasih karena mau ketemuan. tapi sebelumnya aku minta dia (paksa sih sebenernya he..) untuk memberikanku sebuah kenang-kenangan. Bukan barang atau apapun, tapi aku cukup mintauntuk menuliskan kata-kata buatku. Yeah... semacam cool quote-lah buat aku pajang di kamar. sebernya sih aku mau minta foto bareng, tapi malu and takut di bilang norak he...he... ya udah lah kata-kata itu aja udah cukup, lagian kalau foto kan bisa aku ambil di Face book ha..ha... piss !Dia menulis “Jangan batasin pikiran & pandangan sama apa yang lo anggap benar. karena hidup itu dinamis, dunia itu luas dan tiap orang punya keunikan. Be the learner as you live” Wow...!!! Thats hot ! Dan setelah bersalaman dang kirim salam kepada anggota genk ‘mereka yang telah terpilih’ lainnya aku pun berjalan pulang dengan riang gembira.Ohh... hari yang senja, jalanan yang basah karena hujan, lampu-lampu jalan yang menyala, hujan yang mulai turun lagi, langit yang mulai gelap, udara yang makin dingin.....aku menikmati semuanya. Suasana seimbang tepat, Malang banget.... Alhamdullilah, Thanks God, Thank you Bang, atas waktunya. Hari itu akan menjadi salah satu unforgatable day of my live.......Aku pulang dengan hati senang, puas, bersyukur dan makin semagat mengejar mimpiku........

Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi

Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli

Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya

Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi

Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini

Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini

- Sahabat Kecil, Ipang -

Rabu, 08 April 2009

Who is he ?

Jadi gini, kemarin sore YM!ku di add ama someone, aku kira dia adalah salah satu dari anggota gank ' mereka yang telah terpilih' secara dari statusya aja keliatan anak gaul jakarta gitu (alah...) dan juga aku kan nggak kenal banyak orang-orang jakarta selain 'mereka yang telah terpilih' dan temen-temen magang dulu.
Eh ternyata, pagi tadi saat w chatting dengan someone itu sebut aja NadjieS yah (bukan nama sebenarnya, RED) ternyata dia bukan anggota dari 'mereka yang telah terpilih'. Lalu, who is he ? aku pun mulai mencoba nyari tau.
Awalnya sih ngobrol terasa normal dan biasa-biasa aja. Dia ngakunya tinggal di Tebet dan kerja dibidang komunikasi. Tapi lama kelamaan dia mulai nanya yang aneh-aneh. Kaya, pernah dugem ga ?, Tinggi dan berat badan lo ?, udah punya pacar belum ?, pernah having sex ga ?.....
DAMN....!!!! Wah, nggak bener nih. Terus dia cerita tentang kehidupannya di Jakarta yang ML ama ceweknya (mantan maksudnya) itu udah menjadi Hobby, Dugem itu udah biasa pokoknya kehidupannya itu nggak jauh-jauh dari Sex dan Dugem. Sampai pada waktunya dia nanya yang agak-aga persoanal gitu, ( sorry ga bisa di ceritain cos sensitif banget.....)
Hmm....... gue jadi penasaran ama orang ini, darimana dia dapet e-mailku yah ?
Tapi yang jelas, aku emang ingin mengejar mimpi ke Jakarta, tapi bukan dengan lifestyle ala Mr.NadjieS ini. Aku ingin seperti kehidupan 'Mereka yang telah terpilih', keidupan yang Sehat, Smart, kerja keras, Have Fun, dugem sesekali boleh lah, Setia kawan dan yang paling penting adalah tetap berada dalam jalur Agama. Buktinya dengan Lifestlyle ala 'mereka yang telah terpilih' tetep jadi orang yang Gaul, Eksis dan Urban people banget.
Yah..... aku bersyukur aja sih ama Allah , mungkin aku di beri gambaran tentang macam-macam kehidupan, khususnya di Jakarta. Tapi karena hidup adalah pilihan, maka aku tetap memilih ingin seperti 'mereka yang telah terpilih' bukan seperti Mr.NadjieS, naudzubillahmindzalik.... karena aku ingin impianku dapat tercapai, maka aku ingin selalu berada di jalan-Nya, semoga Beliau meridhoiku Amien............



nb : buat Mr.NadjieS, thanks yah atas Chatting singkatnya yang udah ngasih gambaran kehidupan di Jakarta, tapi please.... aku cuma pesan, rubahlah gaya hidupmu, segeralah bertobat kita di dunia bukan untuk senang-senang selamanya, sorry kalau kamu anggap aku masih terlalu kecil untuk ngomongin ini, tapi apa seperti itu kehidupan yang kau inginkan ? aku yakin sih enggak ya , segeralah berubah sebelum semuanya terlambat.... Karena kita luar biasa....

Senin, 06 April 2009

Aku dan 'Mereka yang telah terpilih'

Huhm.... pagi-pagi saat baru nyampe kantor aku bersemangat sekali ngidupin si kompi. setelah idup aku langsung buka FBku berharap udah ada balaesan dari salah satu gank ' mereka yang telah terpilih' cos hari sabtu kemarin aku ngrim messange ke dia. Setelah log in dan masuk ke inbox, tiba-tiba....... damn ! kosong. ga ada balesan, hancur hatiku-nya Olga langsung jadi Ost yang tepat buat pagi ini. Padahal aku udah penasaran banget akan jawaban dia, tapi ternyata.........Hhm... saat kuliat FB-nya ternyata dia 'lagi di tanjakan' ntah maksudnya apa, aku sih positif thinking aja, kali aja dia lagi sibuk ato dikejar deadlinenya. Padahal aku hanya tanya dan ingin tau langkah apa yang harus aku kerjakan agar aku bisa masuk ke lantai 6 seperti 'mereka yang telah terpilih' , apa itu salah ? apa aku salah kalau aku terus menerus atau selalu memimpikan untuk sampai di lantai 6 ? Aku nggak tau kenapa aku begitu terobsesi ingin jadi seperti 'mereka yang telah terpilih' , tapi emang dari dulu, dari aku kecil bayangan atau impian saat aku gede nanti itu ya kaya mereka. Relationship mereka, cara kerja mereka, life style mereka, kerjaan mereka semuanya itu udah teranam dalam otakku sejak aku kecil.
Dari dulu aku nggak mau jadi dokter, tentara, polisi, buruh pabrik, atau pegawai negeri, aku tuh maunya seperti 'mereka yang telah terpilih' karena selalu berhubungan dengan dunia entertaiment, education, teenager, dan selalu up to date pastinya. Tapi biarlah, walaupun aku nggak ditanggepin oleh sebagian dari 'mereka yang telah terpilih' tapi aku tetap bersyukur telah mendapatkan link di dunia maya ini.
Yang jelas mulai dari sekarang aku harus terus belajar dan membekali diri dengan pengalaman hingga sampai pada suatu saat aku berada di lantai 6 bersama-sama dengan 'mereka yang telah terpilih'. Semuanya pasti akan terwujud menjadi kenyataan, cuman masalah waktu aja, aku yakin Allah telah menunjukkan jalan yang terbaik buatku. Bukankah seni yang terdapat saat kita naik ke puncak gunung adalah saat kita melewati jalan yang berliku, terjal, penuh tantangan, tanjakan, turunan. Semuanya itu bukan rintangan, tapi semua itu adalah pengalaman yang indah dan menarik saat berada di puncak nanti. Dan puncakku adalah somewhere in 6 floor....